Rabu, 05 Juni 2013

Prosedur Kompilasi dan Review

Banyak perusahaan nonpublik meminta laporan keuangan mereka di-review atau dikompilasi oleh akuntan publik, bukan untuk diaudit. Manajemen perusahaan yakin bahwa audit tidak diperlukan karena tidak ada persyaratan dari bank atau pun pengawas dan laporan untuk penggunaan internal juga tidak perlu diaudit. Sebaliknya perusahaan dapat melibatkan akuntan publik untuk membantu menyusun laporan keuangan, baik untuk penggunaan internal, sesuai permintaan kreditur. Bergantung pada jumlah pinjaman, kreditur mungkin memerlukan kompilasi atau telaah laporan keuangan, bukan audit. Telaah laporan keuangan memberikan assurance terbatas pada laporan keuangan, sedangkan kompilasi tidak memberikan assurance atas laporan yang disajikan.
Standar untuk kompilasi dan telaah laporan keuangan disebut Pernyataann Standar Jasa Akuntansi dan Review (PSAR). Karena assurance yang diberikan kompilasi dan telaah jauh dibawah audit, jasa ini tidak terlalu memerlukan bukti-bukti dan biayanya lebih rendah daripada audit. Karena jasa review dan kompilasi tidak memberikan assurance seperti di audit, maka akuntan dan klien harus membangun pemahaman bersama tentang jasa yang akan diberikan, terutama melalui perjanjian tertulis.

JASA KOMPILASI
Sebuah penugasan untuk jasa kompilasi didefinisikan dalam PSAR sebagai salah satu hal yang dipersiapkan akuntan saat membuat dan menyajikan laporan keuangan kepada klien atau pihak ketiga tanpa memberikan assurance dari akuntan publik tentang laporan tersebut. Laporan ini biasanya digunakan oleh manajemen untuk urusan internal, meskipun dapat juga diberikan kepada pengguna eksternal. Akuntan publik tidak perlu menjadi independen dalam melakukan kompilasi dan laporan keuangan tersebut dapat ditebitkan tanpa adanya penjelasan tambahan.

“Kami telah melakukan kompilasi neraca PT Wasito Prima tanggal 31 Desember 2007 serta laporan laba/rugi, laporan perubahan ekuitas, dan laporan aliran kas yang berkaitan utuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut, sesuai dengan Pernyataan Standar Jasa Akuntansi dan Review yang ditetapkan Institut Akuntan Publik Indonesia.
Suatu kompilasi terbatas pada penyajian informasi dalam bentuk laporan keungan yang merupakan representasi manajemen (pemilik). Kami tidak melakukan audit atau telaah terhadap laporan keuangan terlampir tersebut dan, oleh karena itu, kami tidak menyatakan pendapat atau bentuk keyakinan lain atas laporan keuangan tersebut.”

Ketika akuntan menyampaikan laporan keuangan yang dimaksudkan untuk digunakan oleh puhak ketiga, mereka diwajibkan mengeluarkan laporan kompilasi yang menyertai laporan. Akuntan tidak diizinkan menyiapkan dan menyajikan laporan keuangan untuk klien yang menyerahkan laporan tersebut kepada penguna eksternal tanpa memenuhi persyaratan penugasan kompilasi, termasuk penerbitan laporan kompilasi. Ketika akuntan tidak menginginkan laporan tersebut digunakan oleh pihak ketiga, mereka tidak wajib mengeluarkan laporan kompilasi asalkan mereka mendokumentasikan, dalam surat penugasan, pemahaman mengenai jasa yang akan dilakukan dan pembatasan bahwa laporan keuangan ditujukan hanya bagi manajemen.

Kompilasi yang Menghapus Seluruh Pengungkapan (contoh soal kasus) Auditor telah melakukan kompilasi PT Wasito Prima tanggal 31 Desember 2007 serta laporan laba/rugi, laporan perubahan ekuitas, dan laporan aliran kas yang berkaitan untuk tahun yang berakhir tanggal tersebut sesuai dengan Pernyataan Standar Jasa Akuntansi dan Review yang ditetapkan Institut Akuntan Publik Indonesia.
Suatu kompilasi terbatas pada penyajian informasi dalam bentuk laporan keuangan yang merupakan representasi manajemen (pemilik). Auditor tidak melakukan audit atau telaah terhadap laporan keuangan terlampir tersebut dan tidak menyatakan pendapat atau bentuk keyakinan lain atas laporan keuangan tersebut.
Manajemen memutuskan untuk tidak memasukkan hampir semua pengungkapan material, yang diharuskan oleh prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia. Jika pengungkapan yang tidak dimasukkan tersebut disajikan dalam laporan keuangan, mungkin hal tersebut akan mempengaruhi kesimpulan para pemakai laporan keuangan tentang posisi keuangan, hasil usaha, dan arus kas perusahaan. Oleh karena itu, laporan keuangan ini tidak dirancang untuk mereka yang tidak mengetahui tentang masalah seperti itu.
Persyaratan Kompilasi, kompilasi tidak membebaskan akuntan dari pertanggungjawaban karena mereka perlu bertanggung jawab dalam menjalankan seluruh jenis penugasan. Dalam penugasan kompilasi, akuntan harus menjalankan prosedur sebagai berikut:
  • Memperoleh pemahaman bersama klien mengenai jenis dan keterbatasan jasa yang diberikan dan penjelasan atas laporan, jika laporan akan diterbitkan.
  • Memiliki pengetahuan tentang prinsip-prinsip akuntansi dan praktik industri klien.
  • Memahami klien, termasuk sifat transaksi bisnisnya, pencatatan akuntansi, dan misi laporan keuangan.
  • Melakukan Tanya jawab untuk menentukan apakah informasi klien memenuhi persyaratan.
  • Membaca kompilasi laporan keuangan dan berhati-hati dengan hal-hal yang tidak dimasukkan atau kesalahan dalam perhitungan dan GAAP.

Akuntan tidak harus melakukan tanya jawab lainnya atau melakukan prosedur lain dalam verifikasi informasi yang diberikan oleh klien. Akan tetapi jika mereka menyadari bahwa laporan tidak disajikan secara wajar, maka mereka harus memperoleh informasi tambahan. Jika klien menolak untuk memberikan informasi, maka akuntan harus menarik diri dari penugasan kompilasi.
Bentuk Laporan PSAR menyebutkan tiga jenis laporan kompilasi. Penggunaan masing-masing laporan bergantung pada keputusan manajemen untuk memasukkan semua pengungkapan yang diperlukan dalam laporan keuangan.
  1. Kompilasi dengan pengungkapan penuh. Kompilasi jenis ini membutuhkan pengungkapan sesuai dengan GAAP.
  2. Kompilasi yang menghilangkan seluruh pengungkapan. Hal ini menunjukkan kata-kata yang tepat ketika akuntan mengompilasi laporan tanpa pengungkapan. Contohnya, manajemen juga memilih untuk tidak menyajikan laporan aliran kas. Jenis kompilasi akan diterima jika laporan menunjukkan kurangnya pengungkapan dan tidak adanya pengungkapan tersebut, menurut akuntan publik, tidak dilakukan dengan maksud menyesatkan pengguna. Laporan ini digunakan untuk manajemen.
  3. Kompilasi Tanpa Independensi. Seperti KAP dapat mengeluarkan laporan kompilasi meskipun laporan tersebut tidak independen dari klien, seperti yang didefinisikan oleh Kode Etik. Apabila akuntan tidak memiliki independensi, maka pada laporan harus menyatakan bahwa“ Kami tidak independen terhadap PT Wasito Prima.”

Jadi unsur-unsur jenis laporan kompilasi yang dibutuhkan, seperti:
  • Tanggal pada laporan akuntan adalah tanggal penyelesaian kompilasi.
  • Setiap halaman laporan keuangan yang dikompilasi oleh akuntan harus menyatakan “Lihat kompilasi laporan akuntan.”

Apabila klien tidak menggunakan GAAP, maka auditor harus memasukkan modifikasi yang sama dalam laporan kompilasi yang digunakan dalam laporan telaah.

JASA REVIEW
Sebuah penugasan jasa review memungkinkan keterlibatan akuntan dalam memberikan assurance terbatas bahwa laporan keuangan telah sesuai dengan SAK, termasuk pengungkapan informatif yang tepat atau basis akuntansi komprehensif yang lain seperti basis kas akuntansi. Akuntan publik harus independen dari klien untu dapat melakukan jasa review.

Prosedur yang Disarankan dalam Jasa Review
Bukti untuk penugasan jasa review tetrdiri atas tanya jawab atas proseedur analitis dan manajemen, membutuhkan prosedur jauh lebih sedikit dibanding dengan audit. Untuk jasa review, akuntan tidak memperoleh pemahaman tentang pengendalian internal, pengendalian pengujian, atau melakukan pengujian substantif atas transaksi atau saldo, seperti konfirmasi piutang dagang atau pemeriksaan persediaan secara fisik.
PSAR merekomendasikan prosedur berikut untuk suatu jasa review:
Memperoleh pengetahuan tentang prinsip-prinsip akuntansi dan praktik industri klien. Akuntan dapat mempelajari panduan industri atau sumber lain untuk mendapatkan pengetahuan tersebut. Tingkat pngetahuan yang dibutuhkan sedikit dibawah audit.
  • Memperoleh pemahaman mengenai klien. Informasi yang perlu diperoleh antara lain mengenai sifat transaksi bisnis klien, pembukuan dan karyawannya, dan isi dari laporan keuangan. Tingkat pengetahuan yang dibutuhkan lebih sedikit dari audit.
  • Melakukan tanya jawab dengan manajemen. Tanya jawab adalah prosedur telaah yang paling penting. Tujuannya adalah untuk menentukan apakah laporan keuangan disajikan secara wajar, dengan asumsi bahwa manajemen tidak bermaksud untuk menipu akuntan. Pertanyaan harus dibuat dari personel klien yang tepat dan biasanya melibatkan diskusi. Seperti contoh pertanyaan berikut:

  1. Jelaskan prosedur anda untuk mencatat, mengklasifikasikan, dan meringkas transaksi serta mengungkapkan informasi dalam laporan.
  2. Apa tindakan terpenting yang diambil pada rapat pemegang saham dan dewan direksi tahun ini?
  3. Apakah tiap akun pada laporan keuangan disajikan sesuai dengan GAAP dan diterapkan secara konsisten?

  • Melakukan prosedur analitis. Tindakan ini mengidentifikasi kaitan dan akun individu yang tampak tidak wajar. Prosedur analisis yang tepat tidak berbeda dengan yang elah dipelajari sebelumnya. Selain memperhatikan tren yang tidak wajar tersebut, akuntan juga harus melakukan tanya jawab lebih lanjut dengan personel klien untuk mendapatkan penjelasan dari tiap kaitan yang tak terduga.
  • Mendapatkan surat representasi. Akuntan diwajibkan untuk mendapatkan surat representasi dari pihak manajemen yang memahami keangan.

Berdasarkan prosedur tersebut, akuntan bisa jadi akan memperhatikan bahwa terdapat informasi yang tidak benar, tidak lengkap, atau tidak memuaskan. Jika demikian, maka prosedur tambahan harus dilakukan sebelum akuntan menerbitkan laporan standar jasa review.

Formulir Laporan
Formulir laporan terdiri dari tiga aspek, yaitu:
  1. Paragraf pertama sama dengan laporan audit, kecuali merujuk pada jasareview, bukan jasa audit.
  2. Paragraf kedua menyatakan bahwa telaah terutama yang berisi tanya jawab dan prosedur analitis, ruang lingkupnya kecil dibandingkan dengan audit, dan tidak ada opini yang dikeluarkan.
  3. Paragraf ketiga menunjukkan assurance terbatas, dalam hal assurance negatif, bahwa “kami tidak memperhatikan adanya modifikasi material yang harus dilakukan terhadap laporan keuangan.”

Tanggal pada laporan telaah merupakan tanggal pada saat auditor menyelesaikan tanya jawab dan prosedur analitis.

Kesalahan dalam Mengikuti GAAP
Jika dalam laporan telaah tersebut klien tidak mengikuti GAAP, maka laporan harus dimodifikasi. Laporan ini harus dapat mengungkapkan dampak dari perbedaan seperti yang telah ditentukan oleh manajemen atau prosedur telaah akuntan. Bahkan jika dampak tersebut belum ditentukan, pengungkapan harus muncul pada laporan paragraf terpisah.
“Kami telah menelaah neraca pada PT Arahan Jitu tanggal 31 Desember 2007 serta laporan laba/rugi, laporan perubahan ekuitas, dan laporan aliran kas yang berkaitan untuk tahun yang berakhir untuk tahun yang berakhir pada tanggal tersebut sesuai dengan Pernyataan Standar Jasa Akuntansi Publik Indonesia. Semua informasi  yang dimuat dalam laporan keuangan adalah penyajian manajemen (pemilik) PT Arahan Jitu.
Telaah terutama terdiri atas permintaan keterangan kepada pejabat perusahaan dan prosedur analitis yang diterapkan atas data keuangan. Telaah mempunyai ruang lingkup yang jauh lebih sempit dibandingkan dengan lingkup audit yang dilakukan sesuai standar audit yang ditetapkan Institut Akuntan Publik Indonesia dengan tujuan untk menyatakan pendapat atas laporan keuangan secara keseluruhan. Oleh karena itu, kami tidak memberikan pendapat semacam itu.
Berdasarkan telaah kami, tidak terdapat penyebab yang menjadikan kami yakin bahwa laporan keuangan yang kami sebutkan di atas tidak disajikan sesuai prinsip akuntansi yang berlaku umum di Indonesia”
Seperti yang telah diungkapkan dalam catatan X atas laporan keuangan, prinsip akuntansi yang berlaku umum mngharuskan bahwa tanah dinyatakan sebesar biaya perolehan. Manajemen telah mengiformasikan kepada kami bahwa perusahaan telah menyatakan tanahnya sebesar nilai taksiran dan bahwa, jika prisnip akuntansi yang berlak umum telah diikuti, maka akun tanah dan ekuitas  seharsnya turun sebesar Rp 500.000.000,00.

Review/Telaah Atas Informasi Keuangan Interim Untuk Perusahaan Publik
Lima syarat auditor dalam penugasan jasa peninjauan, sebagai berikut:
1. Memperoleh pemahaman atas prinsip akuntansi dalam industri klien.
2. Memperoleh pemahaman atas klien.
3. Melakukan tanya jawab tentang manajemen.
4. Melakukan prosedur analitis.
5. Mendapatkan surat representasi.
Pada perusahaan public tidak dapat dijadikan dasar assurance tingkat tinggi untuk menyatakan pendapat. Biasanya, auditor tidak melakukan pengujian pada pencatatan akuntansi, konfirmasi independen atau pemeriksaan fisik. Terdapat perbedaan antara dua jenis telaah dibeberapa area seperti:
  1. Karena audit tahunan juga dilakukan untuk perusahaan publik, maka auditor harus memperoleh informasi yang memadai tentang pengendalian internal klien, baik untuk informasi keuangan tahunan maupun internim.
  2. Demikian pula, karena klien diaudit setiap tahun, maka pengetahuan auditor terhadap hasil audit juga digunakan dalam mempertimbangkan ruang lingkup dan hasil dari Tanya jawab dan prosedur analitis untuk telaah.
  3. Menurut PSAR, auditor melakukan Tanya jawab mengenai pertemuan antara pimpinan perusahaan pemegang saham bagi perusahaan publik, auditor harus membaca notulensi pertemuan mereka.
  4. Auditor juga harus memperoleh bukti bahwa informasi keuangan interim telah sesuai dengan pencatatan akuntansi dalam telaah interim perusahaan publik. Contohnya, auditor dapat membandingkan informasi keuangan interim ke buku besar.


Sumber: Berbagai sumber

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar