Tampilkan postingan dengan label Pengantar Bisnis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengantar Bisnis. Tampilkan semua postingan

Kamis, 23 Mei 2013

Fungsi Personalia

PENGERTIAN MANAJEMEN PERSONALIA
Manajemen personalia atau manajemen personalia merupakan kumpulan aktivitas di dalam semua organisasi yang bermaksud mempengaruhi efektivitas sumber daya manusia dan organisasi.

AKTIVITAS-AKTIVITAS PERSONALIA
Pencapaian produktivitas tenaga kerja sesuai dengan yang diinginkan perusahaan harus didukung oleh kegiatan-kegiatan departemen personalia dari suatu perusahaan. Kegiatan-kegiatan tersebut adalah :
1. Perencanaan Sumber Daya Manusia
Tujuan perencanaan sumber daya manusia ini yaitu menciptakan kaitan antara seluruh strategi perusahaan dengan kondisi sumber daya manusia yang tersedia atau dengan perkataan lain, dengan adanya perencanaan sumber daya manusia maka aktivitas sumber daya manusia akan selalu konsisten dengan arah atau tujuan perusahaan.
Di dalam menyusun perencanaan sumber daya manusia, manajemen perlu membuat analisis lingkungan dan penilaian organisasional. Analisis lingkungan dimaksudkan agar manajemen dapat mengantisipasi adanya perubahan-perubahan yang mungkin akan terjadi di waktu mendatang.
Lingkungan yang dapat mempengaruhi ketersediaan tenaga kerja dapat dijelaskan sebagai berikut (Henry Simamora : 61 - 64) :

Fungsi Keuangan

PENGERTIAN PEMBELANJAAN PERUSAHAAN
Pembelanjaan perusahaan diartikan sebagai seluruh aktivitas yang bersangkutan dengan usaha untuk mendapatkan dana yang diperlukan dengan biaya minimal dan syarat-syarat yang paling menguntungkan dan menggunakan atau mengalokasikan dana tersebut seefisien mungkin (Bambang Riyanto, 1995). Dari pengertian tersebut dapat dikatakan bahwa, fungsi pembelanjaan dalam perusahaan meliputi :
  • Fungsi pengalokasian dana
  • Fungsi pemenuhan kebutuhan dana
Pembelanjaan ada 2 jenis yaitu :
1. Pembelanjaan Pasif
Merupakan aktivitas perusahaan dalam mencari sumber dana dimana dana yang akan diperoleh tersebut dipilih yang syarat-syaratnya paling menguntungkan.
2. Pembelanjaan Aktif
Merupakan upaya untuk menyerahkan dana kepada debitur atau menanamkannya dalam surat-surat berharga secara efisien.

Senin, 08 April 2013

Mengembangkan Usaha Kecil dan Peranan Kewirausahaan

PENGERTIAN USAHA KECIL
Usaha kecil ialah kegiatan usaha yang mempunyai modal awal yang kecil, atau nilai kekayaan (asset) yang kecil dan jumlah pekerja yang juga kecil. Nilai modal awal, asset atau jumlah pekerja itu bergantung kepada definisi yang diberikan oleh pemerintah atau institusi lain dengan tujuan-tujuan tertentu.

Usaha Kecil : Perdagangan, Industri dan Jasa
Usaha kecil mungkin beroprasi dalam bentuk perdagangan (trading) ataupun industry pengolahan (manufacturing). Usaha berbentuk perdagangan luas ruang lingkupnya, yaitu mencakup bidang jasa (service) yang intangible sampai dengan menjual barang yang tangible.
Usaha kecil berbentuk perdagangan meliputi toko-toko kelontong, pengedar dan penggrosir yang mempunyai toko-toko (store) dibangunan yang disewa atau dimiliki sendiri. Mereka membeli barang dari grosir untuk dijual kepada pengecer atau konsumen dengan nilai yang tidak begitu tinggi. Pemilik-pemilik pabrik kecil adalah produsen yang beroprasi di bangunan kecil dengan nilai produksi yang tidak terlalu besar.
Perusahaan kecil di dalam bentuk jasa lain meliputi perusahaan konsultasi (konsultan), konsultan bangunan, perusahaan cleaning service atau jasa pembuangan sampah, perhotelan, dan industri yang kaitannya dengan wisatawan dan pariwisata.

Produksi

PENGERTIAN PRODUKSI
Adalah semua kegiatan untuk menciptakan dan menambah kegunaan suatu barang atau jasa, dengan memanfaatkan factor-faktor produksi yang tersedia.

JENIS-JENIS PROSES PRODUKSI

Proses produksi yaitu cara, metode atau teknik untuk menciptakan atau menambah kegunaan suatu barang atau jasa dengan menggunakan factor-faktor produksi yang ada. Secara umum jenis proses produksi dapat dibedakan menjadi dua golongan:
a. Proses Produksi terus- menerus (Continuous Process)
Proses ini ditandai dengan aliran bahan baku yang selalu tetap atau mempunyai pola yang selalu sama sampai produk selesai dikerjakan. Jenis proses ini biasanya untuk membuat produk secara massa atau dalam jumlah yang besar.
Contoh : -  Industri pupuk, semen
-  makanan dalam kaleng, minuman dalam botol
b. Proses Produksi terputus-putus (Intermittent Process)
Dalam proses ini aliran bahan baku sampai produk jadi tidak memiliki pola yang pasti atau selalu berubah-ubah. Antara produk jadi yang satu dengan produk yang jadi yang lain bisa berbeda-beda. Jenis proses ini biasanya digunakan untuk melayani pesanan yang bisa berbeda-beda dalam hal jumlah, kualitas, desain maupun harganya.
Contoh :   -  perusahaan percetakan
  -  perusahaan meubel