Watt Widget Company memproduksi pernak-pernik dan membeli sebagian produk untuk dijual kembali tanpa ada proses tambahan. Proses produksi relative sederhana, dengan proses rendah teknologi dan banyak operasi yang dikendalikan secara manual.
Agen pembelian menggunakan berbagai sumber informasi untuk menentukan kapan dan berapa banyak yang harus dipesan. Tiga lembar formulir permintaan pembelian diterima dari berbagai supervisor, yang memuat informasi mengenai bahan apa yang dibutuhkan dan berapa banyak bahan tersebut dibutuhkan.
Pesanan penjualan yang belum terpenuhi dan laporan produk jadi per minggu digunakan untuk mengevaluasi produksi saat ini dan menghitung perencanaan produksi di masa yang akan datang, dan me-review bahan baku yang masih ada di tangan. Agen pembelian me-review file kartu persediaan yang ada untuk memastikan sejarah penggunaan dan waktu tunggu pemasok pesanan setiap pemasok. Saat pesanan besar diterima oleh manajer penjualan, ia memberitahu agen pembelian sehingga ia bisa mengevaluasi kebutuhan bahan baku.
Agen pembelian menyiapkan tiga lembar pesanan pembelian, menelaahnya dengan manajer penjualan, dan mendapatkan tanda tangannya sebelum mendistribusikan pesanan. Agen pembelian akan mendistribusikan salinan pesanan pembelian. Salinan 1 untuk pemasok, salinan 2 untuk supervisor gudang, dan salinan 3 diarsip diurut berdasarkan alphabet pemasok. Agen pembelian juga menyiapkan sebuah catatan pesanan pembelian untuk mengendalikan semua pesanan yang diterbitkan dan untuk menjamin bahwa pesanan telah diterima dan dilaporkan dalam laporan penerimaan barang.
Saat bahan baku diterima, karyawan bagian penerimaan menghitung bahan dan menyiapkan tiga lembar formulir penerimaan barang. Salinan 1 untuk agen pembelian, salinan 2 untuk akuntan biaya, salinan 3 disimpan dan diarsip urut bernomor. Bila bahan yang diterima adalah produk jadi, karyawan penerimaan mengirimkan salinan pertama laporan penerimaan ke manajer penjualan, yang membuat salinan untuk memperbaharui catatan persediaan barang jadi dan kemudian meneruskan salinan asli ke agen pembelian. Bila pesanan selesai, karyawan penerimaan juga mengirimkan salinan pesanan pembelian mereka ke agen pembelian, yang akan menggunakannya untuk menyatakan penerimaan bahan pada catatan pesanan pembeliannya. Akuntan biaya menggunakan salinan laporan penerimaannya untuk memposkan jumlah yang diterima ke catatan kartu bahan baku. Kemudian ia mengarsipkan laporan itu dalam urutan numeris, guna memastikan kelengkapan nomor.
Penjadwalan dan pengendalian produksi didasarkan pada review laporan mingguan barang jadi yang ada dan produk yang dipesan dan atas review barang dalam proses. Tidak ada sistem formal untuk mengevaluasikan kinerja toko atau untuk menelusuri arus pesanan melalui toko.
Saat menentukan kualitas produk yang diperlukan, supervisor produksi membuktikan ketersediaan bahan baku yang diperlukan dengan supervisor gudang.
